beberapa uji regresi berganda dengan SPSS

1.Uji kenormalan Data

-analyze

-descriptive

-eksplore

-masukkan semua viarbel ke dependent list

2.Uji korelasi; uji determinasi; uji F; uji t

-Analyze

-regression

-linear

-masukkan var Y ke dependetl list dan var X kke var independet

-klik statistic

-contreng durbin watson-ok

4. Uji Normalitas Residual

-Klik analyze

-regression

-linear

-masukkan var y ke depnt dan var X ke indp

-pilih save

-contreng unstandardized di bagian residuals

-ok

5.Uji  autokorelasi

-Klik analyze

-nonparametrik test

-legacy dialog-

-pilih run

-masukkan res_1  yang muncul di halaman data spss-

-ok

6.uji heteroskedastisitas

-Klik analayze

-pilih regression-masukkan var res_1 yag di data spss ke var depent dan var X ke indpnt list-ok

7.Uji Multokolinearitas

Klik analyze

-pilih correlate

-pilih bivarite

-masukkan semua var X ke kotak variabel

-ok 

Advertisements

Uji regresi berganda dengan data yang awalnya data ordinal !

Data yang akan diolah dan dianalisis ada di sini : data

UJI Regresi berganda

 

1.Uji korelasi……………………………………………………………………………………………

2.Uji deteminasi……………………………………………………………………………………………………..

3.Uji  f……………………………………………………………………………………………

4.Uji parsial(uji t).…………………………………………………………………………………………..

Dikeluarkan responsiveness dan tamgible

 

UJI dari awal regresinya

 

1.Uji korelasi……………………………………………………………………………………………

2.Uji deteminasi……………………………………………………………………………………………

3.Uji simultan(uji F)……………………………………………………………………………………………

4.Uji parsial(uji t)……………………………………………………………………………………………

 maka diperoleh model:

MODEL REGRESI

Kepuasan pelanggan = 2,742 + 0,182Reliabilty + 0,391Asurance – 0,180 emphaty

Interpretasi:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Setelah itu dilakukan asumsi regresi berganda, agar diketahui keakuratan dari model regresi yang telah diperoleh

Uji normalitas Residual

Hipotesis
Ho: Residual data berdistribusi Normal
H1:  Residual data tidak  berdistribusi normal
Taraf siginfikansi
=0,05
Daerah kritik
Menolak Ho jika signifikansi < =0,05
Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh pada kolom shapiro-wilk yaitu  signifikansi(0,000) <  =0,05 ,maka Ho ditolak
Kesimpulan
Residual data  tidak berdistribusi normal. Sehingga model regresi tadi, error yg dihasilkan mempunyai distribusi yg tidak normal.

 

Multikolinieritas

Syarat data yang tidak terjadi masalah multikolinieritas adalah VIF disekitar angka 1 dan TOLERANCE mendekati 1
Sehingga , Pada bagian coeficients terlihat angka VIF variabel reliability (1,056),asurance(1,047),emphaty(1,034) yang masing-masing  berada di sektitar 1 .dan angka TOLERANCE mendekati 1 yang masing-masing reliability (0,947),asurance(0,955),emphaty(0,967). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjad masalah mulltikolinieritas

 

Heteroskedastisitas

Hipotesis
Ho: Tidak terjadi Heteroskedastisitas
H1:  Terjadi Heteroskedastisitas
Taraf signifikansi
=0,05
Daerah kritik
Menolak Ho jika signifikansi < =0,05
Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh signifikansi(1,000) > =0,05 ,maka Ho gagal ditolak
Kesimpulan
Tidak terjadi heteroskedastisitas

Autokorelasi

Syarat  data yang tidak terjadi masalah pada autokolreasi adalah ,tidak terjadi autokorelasi
Berikut cara perhitungannya:
Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif
Angka D-W diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi
Angka D-W di atas +2 ada autokorelasi negatif
Kesimpulan: D-W =  1,930,berarti Angka D-W diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi

Mau lebih lengkap  bisa dibuka halaman ini:::::::: hasil uji regresi berganda   

info pelatihan statistik

 

Jadwal Pelatihan Statistik Terapan 2014
BULAN FEBRUARI 2014
NO
PELATIHAN
TANGGAL
LOKASI
SYLABUS
1.
Pengantar Statistik 
11
KAMPUS DEPOK
2.
Analisa Statistik I
12 & 13
KAMPUS DEPOK
3.
Analisa Statistik II
   20 & 21 KAMPUS DEPOK
4.
Pelatihan STATA
18 & 19
KAMPUS DEPOK
5.
Forecasting
   5 & 6 KAMPUS SALEMBA
6.
SEM with Lisrel 

   25 & 26

KAMPUS DEPOK
7.
SEM With Amos *
   15 & 22   KAMPUS DEPOK
8.
SEM Tingkat Lanjutan
9.
Pelatihan PLS
10.
Statistics Process Control
11.
Riset Pemasaran
21 & 22 
KAMPUS SALEMBA
12.
Program Inhouse Training
Klik

 

* Pelatihan SEM (Struktural Equation Model) tiap akhir pekan

Keterangan : Untuk tema pelatihan yang tidak terjadwal di atas, dapat kami adakan jika ada permintaan dengan minimal jumlah peserta 5 orang. Tempat pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kesepakatan peserta, di kampus UI Depok atau kampus UI Salemba. Untuk peserta dari luar kota kami menyediakan penginapan (Hotel & Guest House), untuk waktu pemesanandiharapkan dua minggu sebelum pelaksanaan.

 sumber:http://research-indonesia.blogspot.com/2011/04/jadwal-pelatihan-statistik.html

durbin watson

Kriteria Pengujian Autokolerasi pada analisis Regresi :

0 < d < dL             = Ho ditolak

dL ≤ d ≤ du          =Daerah keraguan/tanpa keputusan

du ≤ d ≤ (4-du)  = Ho diterima

(4-du) ≤ d ≤ (4-dL)           = Daerah keraguan/tanpa keputusan

(4-dL) ≤ d ≤ 4      = Ho ditolak

Berikut ada tabel durbin watson ,klik : tabel durbin watson

perlu konsultasi statistik ? http://jasastatistika.blogspot.com/2013/11/jasa-statistika.html

regresi dummy

Regresi dummy

Regresi dummy :variabel yang pada prakteknya digunakan untuk kategori data yang bertipe kualitatif.
Contoh: jenis kelamin(pria atau wanita ).Pada kenyataannya,mode regresi tidak mengenal huruf,leh sebabnya pria atau wanita diberi kode 1 untuk pria dan 0 untuk wanita.
Nah,variebl pria dan wanita inilah yang disebut Variabel Dummy.

Analisis Regresi berganda Dummy dengan SPSS :
1. Analyze->Regression->Linear..
2.Pada kolom dependent.Pilih variabel yang dipengaruhi
3.Pada kolom independent, Pilih variabel dummy
4. Method .Pilih Enter
5.OK

statistika non parametrik

1.Sebelum menentukan data mau di uji parametrik atau nin parametrik;maka data diuji kedistribusian normalnya:

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic

df

Sig.

Statistic

df

Sig.

hambatan1

.348

6

.022

.637

6

.001

unit1

.492

6

.000

.496

6

.000

sd1

.492

6

.000

.496

6

.000

hambatan2

.218

6

.200*

.886

6

.296

unit2

.241

6

.200*

.872

6

.233

sd2

.350

6

.021

.706

6

.007

hambatan3

.185

6

.200*

.943

6

.680

unit3

.492

6

.000

.496

6

.000

sd3

.492

6

.000

.496

6

.000

hambatan

.348

6

.022

.637

6

.001

sd

.492

6

.000

.496

6

.000

unit

.492

6

.000

.496

6

.000

*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction

Hipotesis

Ho:  Data berdistribusi normal
H1 Data tidak berdistribusi norma

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value (0,001;0,000;0,000;0,007;0,000;0,000;0,001;0,000;0,000) <  α =0,05 ,maka Ho ditolak

Kesimpulan
Data pada hambatan1,unit1,sd1,sd3,unit3,sd3,hambatan,unit,sd tidak berdistribusi normal

next….

Hipotesis
Ho:  Data berdistribusi normal
H1: Data tidak berdistribusi normal

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value(0,296;0,2330,680) >  α =0,05 ,maka Ho gagal ditolak

Kesimpulan
Hambatan2,unit2,hambatan3 berdistribusi normal

 

Karena banyak data yang tidak berdistribusi normal,maka kita beralih ke uji statistika nonparametrik

2.Uji kruskal – wallis

Uji yg digunkaan untuk menguji lebih dari dua sampel,bersifat bebas satu dengan yg lain,mengetahui pakah sampel-sampel berasal dari populasi yg sama,jika populasi sama maka rata-rata ke-n relatif sama

Ranks

datagabungan

N

Mean Rank

hambatan data1

6

9.17

data2

6

4.92

data3

 6

14.42

Total

18

unit data1

6

14.50

data2

6

6.50

data3

6

7.50

Total

18

sd data1

6

6.50

data2

6

15.50

data3

6

6.50

Total

18

Test Statisticsa,b

hambatan

unit

sd

Chi-Square

9.575

8.344

13.719

df

2

2

2

Asymp. Sig.

.008

.015

.001

a. Kruskal Wallis Test
b. Grouping Variable: datagabungan

Hambatan

Hipotesis
Ho:  Hambatan di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) tidak ada perbedaan yang signifikan
H1: Hambatan di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki  perbedaan yang signifikan

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value =0,008 <  α =0,05 ,maka Ho ditolak

Kesimpulan
Hambatan di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki  perbedaan yang signifikan

UNIT

Hipotesis
Ho:  unit di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) tidak ada perbedaan yang signifikan
H1: unit di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki  perbedaan yang signifikan

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value =0,015 <  α =0,05 ,maka Ho ditolak

Kesimpulan
Unit di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki  perbedaan yang signifikan

 

Sd

Hipotesis
Ho:  sd di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) tidak ada perbedaan yang signifikan
H1: sd di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki  perbedaan yang signifikan

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value =0,001 <  α =0,05 ,maka Ho ditolak

Kesimpulan
Sd di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki  perbedaan yang signifikan

 

 

3.uji jocnkheere-terpstra
Uji yang digunakan utk sampel independetn yang datanya lebih dari 2

Jonckheere-Terpstra Testa

hambatan

unit

sd

Number of Levels in datagabungan

3

3

3

N

18

18

18

Observed J-T Statistic

72.000

30.000

54.000

Mean J-T Statistic

54.000

54.000

54.000

Std. Deviation of J-T Statistic

12.341

12.099

11.241

Std. J-T Statistic

1.459

-1.984

.000

Asymp. Sig. (2-tailed)

.145

.047

1.000

a. Grouping Variable: datagabungan

Hambatan

Hipotesis
Ho: hambatan  di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) tidak ada perbedaan yang signifikan
H1: hambatan di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki  perbedaan yang signifikan

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value =0,145 >  α =0,05 ,maka Ho gagal ditolak

Kesimpulan
Sd di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) tidak ada   perbedaan yang signifikan

unit

Hipotesis
Ho:unit   di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) tidak ada perbedaan yang signifikan

H1: unit di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki  perbedaan yang signifikan

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value =0,047>  α =0,05 ,maka Ho ditolak

Kesimpulan
Unit di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki perbedaan yang signifikan. Yang artinya Uji Fibrinolitik Natokinase lebih banyak daripada Uji Fibrinolitik Sampel, dan Uji Fibrinolitik Sampel lebih banyak daripada Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah dalam hal nilai unit.

 

SD

Hipotesis
Ho:sd  di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) tidak ada perbedaan yang signifikan

H1: sd di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) memiliki  perbedaan yang signifikan

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value =1,000  >  α =0,05 ,maka Ho gagal ditolak

Kesimpulan
Sd di ketiga tabel pengujian(Uji Fibrinolitik Natokinase, Uji Fibrinolitik Sampel, Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah) tidak ada  perbedaan yang signifikan.

 

 

4.uji wilcoxon

Test Statisticsa

hambatan2 – hambatan1

hambatan3 – hambatan1

unit2 – unit1

unit3 – unit1

sd2 – sd1

sd3 – sd1

Z

-1.572b

-1.992c

-1.682b

-2.264b

-2.201c

.000d

Asymp. Sig. (2-tailed)

.116

.046

.093

.024

.028

1.000

a. Wilcoxon Signed Ranks Test
b. Based on positive ranks.
c. Based on negative ranks.
d. The sum of negative ranks equals the sum of positive ranks.
  1.    Hambatan Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  hambatan pada Uji Fibrinolitik Sampel

Hipotesis
Ho: Hambatan pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  hambatan pada Uji Fibrinolitik Sampel tidak ada bedanya
H1: Hambatan pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  hambatan pada Uji Fibrinolitik Sampel bedanya secara nyata

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value = 0,116  >  α =0,05 ,maka Ho gagal ditolak

Kesimpulan
Hambatan pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  hambatan  pada Uji Fibrinolitik Sampel tidak ada bedanya.

 

2.Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  hambatan pada Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah

Hipotesis
Ho: Hambatan pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  hambatan pada Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah tidak ada bedanya

H1: Hambatan pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  hambatan hambatan pada Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah beda secara nyata

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value = 0,046  <  α =0,05 ,maka Ho ditolak

Kesimpulan
Hambatan pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  hambatan hambatan pada Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah beda secara nyata

 

3.Uji unit pada Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  unit pada Uji Fibrinolitik Sampel

Hipotesis
Ho: unit pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  unit pada Uji Fibrinolitik Sampel tidak ada bedanya

H1: unit pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  unit pada Uji Fibrinolitik Sampel bedanya secara nyata

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value = 0,093  >  α =0,05 ,maka Ho gagal ditolak

Kesimpulan
unit pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  unit pada Uji Fibrinolitik Sampel tidak ada bedanya

 

4. Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah beda secara nyata

Hipotesis
Ho: unit pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  unit pada Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah tida berbeda
H1: unit pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  unit pada Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah beda secara nyata

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value = 0,024  >  α =0,05 ,maka Ho ditolak

Kesimpulan
unit pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  unit Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah beda secara nyata

 

5. Uji sd Fibrinolitik Natokinase  dengan  sd pada Uji Fibrinolitik Sampel 
Hipotesis
Ho: sd pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  sd pada uji fibrino sampel tidak berbeda
H1: sd  pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  sd pada uji fibrino sampel berbeda

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value = 0,028  >  α =0,05 ,maka Ho ditolak

Kesimpulan
Sd pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  sd pada uji fibrino sampel berbeda nyata

 

6. Uji sd Fibrinolitik Natokinase  dengan  sd pada Uji Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah

Hipotesis
Ho: sd pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  sd Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah tidak  berbeda
H1: sd  pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  sd Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah berbeda nyata

Taraf signifikansi
α =0,05

Daerah kritik
Menolak Ho jika P-value < α =0,05

Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh  P-value = 1,000  >  α =0,05 ,maka Ho gagal ditolak

Kesimpulan
sd pada   Uji Fibrinolitik Natokinase  dengan  sd Uji Pengaruh Tempuyung Terhadap Aktivitas Cacing Tanah tidak  berbeda

Analisis ANAVA(1 faktor & 2 faktor) dengan uji F dan uji probabilitas

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable: tegangan
Source

Type III Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

Corrected Model

62736.389a

8

7842.049

16.600

.000

Intercept

414521.361

1

414521.361

877.449

.000

material

6403.556

2

3201.778

6.777

.004

temperatur

44042.056

2

22021.028

46.614

.000

material * temperatur

12290.778

4

3072.694

6.504

.001

Error

12755.250

27

472.417

Total

490013.000

36

Corrected Total

75491.639

35

a. R Squared = .831 (Adjusted R Squared = .781)

“”””””Analisis ANAVA  dengan Probabilitas dan F””””””

-(berdasar tabel diatas)-

——-Analisis dengan probabilitas——-

1.Analisis dua faktor
          1.1 Pengujian interaksi material dan temperatur
Hipotesis
Ho:  Tidak ada interaksi antara material dengan temperatur
H1 : Ada interaksi antara material dengan temperatur
Taraf signifikansi
α =0,05
Daerah kritik
Menolak  Ho jika P-value < α
Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh P-value=0,001 < α=0,05,maka Ho ditolak
Kesimpulan
Ada interaksi antara material dengan temperatur

2. Analisis satu faktor
       2.1 Perbedaan rata-rata tegangan berdasar material
Hipotesis
Ho: Rata-rata Material  1 = material 2 = material 3 dalam menghasilkan tegangan output    maksimum dari   suatu baterai
H1:  Rata-rata Material  1 ≠ material 2 ≠ material 3 dalam menghasilkan tegangan output maksimum dari suatu baterai
Taraf signifikansi
α =0,05
Daerah kritik
Menolak  Ho jika P-value < α
Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh P-value=0,004 < α=0,05,maka Ho ditolak
Kesimpulan
Rata-rata Material  1 ≠ material 2 ≠ material 3 dalam menghasilkan tegangan output maksimum dari suatu baterai
           2.2  Perbedaan rata-rata tegangan berdasarkan temperatur
Hipotesis
Ho:  Rata-rata temperatur 55%  = temperatur 70% = temperatur 85% dalam menghasilkan tegangan output maksimum dari suatu baterai
H1:  Rata-rata temperatur 55% ≠  temperatur 70% ≠ temperatur 85% dalam menghasilkan  tegangan output maksimum dari suatu baterai
Taraf signifikansi
α =0,05
Daerah kritik
Menolak  Ho jika P-value < α
Keputusan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh P-value=0,000 < α=0,05,maka Ho ditolak
Kesimpulan
Rata-rata temperatur 55% ≠  temperatur 70% ≠ temperatur 85% dalam menghasilkan  tegangan output maksimum dari suatu baterai

 

——–Uji ANAVA dengan Uji F——-

1.Analisis dua faktor
              1.1 Pengujian interaksi material dan temperatur
Hipotesis
Ho: Tidak ada interaksi antara material dengan temperatur
H1: Ada interaksi antara material dengan temperatur
Taraf signifikansi
α =0,05
Kriteria Pengujian
Apabila  Fhitung>Ftabel  , maka menolak Ho
Apabila  Fhitung≤Ftabel   , maka menerima Ho
Kesimpulan
Karena  Fhitung(6,504)  >  Ftabel(19,00), maka Ho ditolak, yang artinya bahawa ada interaksi antara material dengan temperatur
 

2.Analisis satu faktor
            2.1 Perbedaan rata-rata tegangan berdasar material
Hipotesis
Ho: Rata-rata Material  1 = material 2 = material 3 dalam menghasilkan tegangan output    maksimum dari   suatu baterai
H1: Rata-rata Material  1 ≠ material 2 ≠ material 3 dalam menghasilkan tegangan output maksimum dari suatu baterai
Taraf signifikansi
α =0,05
Kriteria Pengujian
Apabila Fhitung >Ftabel  , maka menolak Ho
Apabila  Fhitung≤Ftabel   , maka menerima Ho
Kesimpulan
Karena  Fhitung(6,777)  >  Ftabel(3,2849), maka Ho ditolak, yang artinya rata-rata Material  1 ≠ material 2 ≠ material 3 dalam menghasilkan tegangan output maksimum dari suatu baterai
            2.2  Perbedaan rata-rata tegangan berdasarkan temperatur
Hipotesis
Ho: Rata-rata temperatur 55%  = temperatur 70% = temperatur 85% dalam menghasilkan tegangan output maksimum dari suatu baterai
H1: Rata-rata temperatur 55% ≠  temperatur 70% ≠ temperatur 85% dalam menghasilkan  tegangan output maksimum dari suatu baterai
Taraf signifikansi
α =0,05
Kriteria Pengujian
Apabila  Fhitung>Ftabel  , maka menolak Ho
Apabila  Fhitung≤Ftabel   , maka menerima Ho
Kesimpulan
Karena  Fhitung(46,614)  >  Ftabel(3,2849), maka Ho ditolak, yang artinya rata-rata temperatur 55% ≠  temperatur 70% ≠ temperatur 85% dalam menghasilkan  tegangan output maksimum dari suatu baterai